Kamis, 18 Desember 2014

Industri Sepak Bola Modern Dunia Dan Indonesia





Sepak bola merupakan olahraga yang paling populer di masyarakat Indonesia dan bahkan di seluruh dunia, sepak bola bukan hanya sebuah tontonan di atas panggung lapangan hijau yang mampu memikat para penggemar, tapi juga merupakan penampilan manusia manusia yang bernilai miliaran yang memiliki talenta luar biasa, perputaran bola di dalam lapangan yang tidak pernah berhenti seolah menggambarkan sebuah filosofi dalam dunia bisnis sepakbola yang mampu menyedot banyak hal di dalamnya, menciptakan para fans, kucuran dana sponsor dari perusahaan – perusahaan terkemuka dunia, menciptakan sebuah egoisme dan kefanatikan, melahirkan legenda-legenda dunia sepakbola, munculnya pra wags yang cantik dan seksi menjadi sisi lain dari sebuah panggung sepak bola dunia.


Kembali ke dalam negeri, negeri Indonesia yang manjadi salah satu negara yang berpenduduk tinggi di dunia, Indonesia menjadi salah satu basis terbesar fans sepak bola klub eropa, kalau di hitung-hitung jutaan orang di Indonesia memiliki idola klub dari luar negeri seperti MU, Barcelona, Real Madrid, Arsenal, dll. Dan rasanya hampir setiap klub papan atas eropa memiliki basis penggemar di Indonesia, bahkan beberapa perusahaan dalam negeri ada yang menjadi salah satu sponsor di klub.

Perusahaan Indonesia yang menjadi sponsor klub liga eropa


  • Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menjadi sponsor untuk jersey training liverpool untuk musim 2014-2015 Dengan atribut Garuda Indonesia di jersey tersebut.

  •  Bank BNI juga bekerja sama dengan Chelsea, Perusahaan Perbankan ini melebarkan sayapnya dengan menggandeng klub papan atas liga inggris ini, karena chelsea memiliki kurang lebih 2 juta penggemar di Indonesia, lebih banyak dari pada fans yang asli tinggal di negeri Ratu Elizabet tersebut.

  • Perusahaan Asuransi JiwaSraya juga menggandeng klub Manchester city untuk mengembangkan bisnisnya.

  •  Perusahaan Makanan dua kelinci menggandeng Raksasa negeri matador Real Madrid dan menjadi official sponsor, klub yang dihuni pemain-pemain termahal dunia menjadi daya tarik khusus untuk mendongkrak brand dari sebuah produk.

  • Pengusaha Indonesia Erik Tohir menjadi orang Indonesia pertama yang memiliki klub papan atas eropa yaitu Inter milan, setelah membeli saham dari Moratti sebagai pemilik lama.
Beberapa hal di atas cukup menjadi bukti bahwa sepak bola menjadi sebuah magnet yang mampu menyedot nilai rupiah yang cukup besar, Sayang sekali negeri yang luas ini belum bisa menciptakan sebuah prestasi yang luar biasa di kancah internasional, cukup ironis dengan penduduk yang banyak harusnya lebih mudah menemukan calon bibit pemain handal untuk masa depan Indonesia, jika kita melihat negara Jepang dan Korea kita hanya unggul jumlah penduduk, kualitas dan prestasi kita bisa sendiri bisa menilai, 2 negara pioneer teknologi ini sudah langganan masuk ke dalam pentas piala dunia sedangkan kita bisa lolos fase group saja sudah bersyukur.

Carut marutnya sepak bola negeri ini menimbulkan gejolak di masyarakat, PSSI dituntut lebih profesional dan bertindak tegas terhadap oknum yang menjadi sepakbola Indonesia menjadi ladang untuk mengeruk keuntungan demi kepentingan pribadi, sepak bola Indoneisa tidak akan maju jika masih di kuasai para mafia yang mengatur skor demi sebuah kata “ Uang”. Rakyat sudah tidak percaya dengan PSSI dan beberapa petinggi suporter klub di Indonesia bahkan sepakat membuat petisi bekukan PSSI, harus kepada siapa lagi masyarakat berharap sepak bola Indonesia ini bisa menjadi tontonan yang lebih menarik jauh dari kata perjudian, rasisme, kekerasan bisa menjadi tempat hiburan yang nyaman untuk keluarga di akhir pekan, bukan menjadi tontonan dagelan di atas lapangan jauh dari kesan sebuah sikap profesional.



Ini bukan hanya menjadi tugas petinggi sepak bola Indonesia, dan para aparat, tapi juga menjadi tugas bersama kita sebagai pecinta sepak bola, jangan di jadikan sepakbola sebagai ajang anarkis, bahkan saling membunuh hanya karena beda idola, kita harus bahu membahu untuk menciptakan sepak bola Indonesia jauh lebih maju, sepak bola bisa melahirkan nilai ekonomi bagi masyarakat yang cukup tinggi dari mulai menjual jersey bola ,atau menjual jersey replika pemain, munculnya usaha-usaha yang bergerak dalam industri sepak bola misalnya industri pembuatan bola, industri aparel jersey, industri sepatu, tas, bahkan industri pembuatan lapangan futsal yang menjadi olahraga favorit kaum urban modern.

Kita semua berharap sepak bola Indonesia bisa jadi lebih maju beberapa tahun kedepan, jika tidak segera berbenah kita bisa ketinggalan dari negara-negara seperti Vietnam, Kamboja dan negara-negara tetangga yang dulu pernah kalah dengan Indonesia, pemerintah harus ikut andil dalam pengembangan sepak bola negeri ini, fasilitas,infrastruktur dan pembinaain usia dini harus lebih maju kita bisa mencontoh pengelolaan sekolah sepakbola seperti akademi La masia Barcelona, atau Ajax amterdam.

Indonesia tidak akan pernah kehabisan generasi hebat para pemain bola, sepak bola menjadi sebuah kultur yang berkembang di dalam masyarakat secara terus menerus, setiap anak tiap hari lahir di Indonesia dan mungkin setiap hari akan muncul bakat – bakat luar biasa yang akan menjadi tumpuan pasukan merah putih  kedepan, tahun 2014 muncul Evan Dimas, paolo sitanggang Maldini pali dll, menjadi sosok baru yang  menjadi harapan rakyat Indonesia kedepan untuk  pasukan merah putih, mantan kapten timnas U-19 di bawah asuhan Indra Sajfri, Evan Dimas menjadi sorotan berbagai media lokal dan internasional ,muda, memiliki visi permainan, dan seorang pemimpin di atas lapangan, walaupun akhirnya U-19 pasukan indra Sajfri harus berakhir, setidaknya masayarakat sudah bisa menilai dan melihat bahwa harapan menjadi lebih baik akan selalu ada, semoga muncul Evan Dimas yang lain di negeri ini,jika masalah sepak bola di Indonesia seperti benang kusut hanya ada dua cara mengurai benang lama atau mengganti benang baru, maju terus sepakbola Indonesia.